Dua gol Malaysia diperoleh dari Safawi Rasid (27') dan Akhyar Rashid (64').
Namun, di balik kemenangan Malaysia tersebut ada kericuhan pada penghujung laga yang terjadi antarpemain kedua negara pada menit ke 90+2.
Insiden itu bermula ketika pemain UEA bernomor punggung delapan Mohamed Khalfan Al Harasi terlibat gesekan dengan pemain Malaysia nomor punggung dua.
Sontak pemain Malaysia bernomor punggung dua, Adib Zainudin tersungkur.
Melihat hal itu, dua pemain Malaysia lainnya lantas mengejar Khalfan.
Hingga akhirnya, beberapa pemain Malaysia dan UEA terlibat kerusuhan.
Meski ada beberapa sosok yang berupaya mengamankan, hal tersebut tak berpengaruh dan kerusuhan malah semakin meluas hingga melibatkan pemain cadangan dan ofisial masing-masing tim.
Berita dan video insiden tersebut pun menyebar di dunia maya lewat media sosial.
Mengetahui timnasnya terlibat insiden kerusuhan, publik Malaysia pun geram.
Daftar Pembelian Pemain Liga Inggris, Fulham Lebih Boros ketimbang Duo Manchester https://t.co/RSe1wQ2dmN— BolaSport.com (@BolaSportcom) August 11, 2018
Beberapa netizen Malaysia terlihat mengomentari akun resmi federasi dan mengeluhkan kinerja wasit yang tak cepat tanggap memberi kartu merah pada para pemain UAE yang dinilai kasar.
"Ref (wasit) macam ba***** sebab tu la player ramai, sepatutnya tadi 2 3 orang kena kartu merah, bila kes ringan ref2 ni nak pulak bagi, gaji buta," tulis akun @semutketitfc.
"Buruk sekali pemain UAE nih, harusnya wasit beri kartu merah," tulis akun @izzathanafi1.
"Wasit pelit dalam keluarkan kartu, patutnya dari awal lagi dah kena 2 3 kartu merah, itu player berani buat sesuatu," tulis akun @zaim1811.
Sumber

