Tak tanggung -tanggung Indonesia berhasil mengalahkan tim yang juga menjadi unggulan di turnamen ini dengan skor 4-2, seperti dilansir laman Indosport.com(02/08/2018).
Bagusnya permainan timnas Indonesia di Piala AFF U-16 ini berkat tangan dingin pelatih asal Aceh yaitu Fachri Husaini.
Coach Fahri melakukan strategi yang sangat cerdas dengan menyimpan pemain andalan timnas Indonesia di awal pertandingan untuk merusak strategi khusus yang sudah disiapkan Vietnam. Karena pelatih Vietnam telah mengatakan jika pemain yang dicadangkan itu akan mendapatkan pengawalan ekstra dari pemain belakang Vietnam.
Menjelang berakhirnya babak pertama coach Fachri membuat terobosan dengan memasukkan Supriyadi, tak sampai tiga menit keputusan Fachri terbukti tepat l, pemain lincah ini bisa mencetak gol.
Di babak kedua Fachri Husaini baru memasukkan striker andalan yang menjadi topskor sementara Piala AFF yaitu Bagus Kahfi, tak berselang lama Kahfi pun mencetak dua gol, hal ini menunjukan jika strategi Fachri Husaini begitu efektif.
Salah satu kehebatan Fahri Husaini adalah tidak menjadikan satu pemain yang menjadi bintang, ia menjadikan timnas Indonesia bermain sebagai tim. Lihat saja Timnas U-16 tidak bertumpu kepada satu pemain saja.
Buktinya nama pemain yang sempat tenar seperti Rendy Juliansyah dan Sutan Zico tidak selalu menjadi tumpuan untuk mencetak gol, bahkan mereka sering juga menjadi pemain cadangan karena tidak sesuai dengan strategi pelatih timnas Indonesia ini.
Bisa dikatakan Fachri Husaini adalah pelatih timnas yang paling sukses saat ini dibandingkan dengan pelatih timnas Indonesia lainnya seperti Luis Milla termasuk juga Indra Syafri yang bisa membawa Timnas U-19 juara AFF di tahun 2013.
Alasannya karena Fachri Husaini telah memberikan prestasi nyata dengan menjuarai dua turnamen bergengsi,bahkan Indonesia U-16 bisa mengalahkan Jepang saat menjuarai turnamen bergengsi di negeri matahari terbit itu.
Karena itulah pelatih jenius seperti Fachri Husaini seharusnya tidak dijadikan pelatih Timnas Indonesia U-16 oleh federasi sepakbola indonesia tetapi PSSI harus memberikan tugas lebih menantang lagi yaitu melatih timnas yang levelnya lebih tinggi minimal timnas U-23 supaya Luis Milla hanya fokus melatih timnas senior untuk mengikuti Piala AFF 2018 setelah Asian Games nanti.
Karena pelatih hebat macam Fachri Husaini ini sangat dibutuhkan Indonesia karena sangat cermat, cerdas dalam membaca situasi pertandingan dan yang terpenting tak banyak ngomong tapi bisa memberikan trophy.
Bagaimana menurut anda?
Silakan berikan komentar atau pendapat anda di bawah ini, jangan lupa juga klik tanda kuning di atas untuk mengikuti supaya kami bisa memberikan berita terbaru seputar olahraga khususnya sepakbola secara gratis untuk anda!
Sumber


