Indra memang baru promosi ke Tim Senior Persib musim ini, dan awalnya ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan, mengingat Persib memiliki dua Bek tangguh, yakni Victor Igbonefo dan Bojan Malisic.
Namun, jelang putaran pertama Liga 1 berakhir, namanya justru selalu mengisi line-up Persib, bergantian berduet dengan Victor atau Bojan.
Di umurnya yang masih 19 tahun, tentunya sangat hebat bisa menggeser nama tenar macam Victor dan Bojan apalagi di tim sekelas Persib Bandung.
Keputusan berani Mario Gomez nyatanya membuahkan hasil, tak hanya tangguh mengawal lini pertahanan, Indra bahkan kerap menjadi senjata rahasia dengan lemparan ke dalam (throw in) super jauh hingga kotak penalti layaknya tendangan bola mati.
Kehebatan pemain asal Bogor itu terbukti ampuh ketika Persib mengalahkan Persebaya 4-3 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 26 Juli 2018.
Kala itu, ia melakukan lemparan ke dalam hingga kotak penalti yang tak mampu diantisipasi dengan baik oleh barisan pertahanan Persebaya, lantas bola jatuh di kaki Ghozali Siregar yang kemudian berhasil mencetak gol, mengutip dari tribunnews.com, Jumat (3/8/2018).
Di Liga 1 sendiri bahkan belum banyak yang bisa melakukan lemparan seperti itu, selain Indra, mungkin hanya nama pemain belakang Barito, Aaron Evans yang kerap melakukannya.
Berkat penampilan hebatnya itu, namanya kemudian di panggil oleh Indra Sjafri guna memperkuat Timnas U19 di ajang AFC U-19 Championship 2018, pada tanggal 18 Oktober - 4 November 2018, mengutip dari twitter.com/persib, Rabu (8/8/2018).
Menyusul rekannya di Persib bandung, Aqil Savik yang terlebih dulu menjadi langganan Timnas U19.
Sumber



